BAGAIMANA CARA MENGENAL TIPE KONSUMEN
Published on 15 Juni 2026by SG8 Group

Adanya korelasi positif antara bentuk tubuh manusia dengan perilakunya. Cara mengetahui perilaku konsumen, dapat dikategorikan menjadi 3 tipe konsumen, yaitu tipe piknis, tipe leptosom, dan tipe atletis.
Konsumen Tipe Piknis
Tipe ini menunjukkan bentuk badan bulat, anggota badan pada umumnya agak pendek, dan wajahnya bulat lebar. Karakter tipe piknis ada yang menunjukkan sifat peramah dan suka berbicara, tenang, dan suka humor. Adapula yang sifatnya pendiam, baik hati, serta yang bersifat praktis energetik. Adapun cara menghadapi atau melayani tipe piknis antara lain adalah:
- Perhatikan suasana hatinya, dan usahakan untuk berbincang-bincang jika kelihatan ia menghendakinya.
- Lakukan percakapan yang menarik, ramah dan sedikit humor.
- Jangan mengadakan debat kusir karena pada umumnya mereka mempunyai kemampuan “bersilat lidah”.
- Untuk tipe piknis yang pendiam, sebaiknya beri perhatian dengan cara mengucapkan, misalnya, “Ada yang perlu dibantu Pak, Bu, Oom, Tante?”
- Jika mereka menunjukkan perilaku tertentu yang kurang pantas didengar, janganlah dipersoalkan karena mereka pada dasarnya suka humor.

Konsumen Tipe Atletis
Tipe ini menunjukkan bentuk badan kokoh, pundak tampak lebar, dan pinggul berisi. Anggota badannya cukup panjang, badan berotot dan kekar. Wajahnya bulat telur atau lonjong.
Karakternya menunjukkan sikap banyak gerak, tetapi penampilannya kalem, jarang humor, dan mempunyai sifat tidak lekas percaya dan kaku. Adapun cara menghadapi atau melayani tipe ini antara lain adalah:
- Hindarilah berdiskusi atau berdebat kusir.
- Berilah kesan seakan-akan mereka adalah orang yang pandai.
- Bersabarlah dan janganlah menunjukkan sikap terburu-buru kepada mereka.
- Sebaiknya, jika ada pertanyaan yang mereka kemukakan, hendaknya dijawab dengan penjelasan yang sistematis dan kalau memungkinkan, dengan alat peraga. Karena mereka pada umumnya tidak cepat percaya.
- Hindarkanlah sikap yang mengecewakan mereka, terutama jika mereka tidak jadi membeli barang.
Untuk lebih jelasnya, bentuk tubuh ketiga tipe konsumen dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini:

Menjual Dengan Penuh Cinta
Persaingan pemasaran sekarang semakin ketat, diiringi dengan berubahnya perilaku konsumen secara terus-menerus, kemajuan teknologi, serta semakin cerdasnya konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Kecenderungan yang dilakukan oleh konsumen dalam mengambil keputusan pembelian terkadang dipengaruhi oleh hati (emosional). Oleh karena itu jadilah penjual yang melayani konsumen dengan penuh cinta. Agar konsumen yang kita miliki menjadi pelanggan utama maka kita harus benar-benar mencintai konsumen kita. Hal-hal yang perlu penjual lakukan adalah sebagai berikut:
- Mencintai pelanggan dengan hati
Sering kita temui sekelompok orang yang sering bertemu dan berinteraksi dalam kurun waktu yang relatif lama namun sepertinya tidak pernah terbangun hubungan hati, sehingga ketika mereka berada di tempat yang berjauhan tidak ada lagi hubungan yang terbangun, semua kenangan kebersamaannya hilang begitu saja. Namun sebaliknya ada sebuah pertemuan yang baru pertama kali dan relatif singkat namun memberikan kesan yang sangat mendalam dan tidak mampu untuk dilupakan, hubungan inilah yang disebut hubungan hati. Rasa cinta terhadap konsumen bisa dilakukan dengan menjadikan konsumen sebagai bagian dari “keluarga besar perusahaan” kemudian mengkomunikasikannya. Ketika perusahaan dan konsumen telah menjadi keluarga besar, maka harus ada sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama (maju bersama). Komitmen penjual untuk meningkatkan kesejahteraan konsumen dengan cara melayaninya secara memuaskan, memberikan kepedulian dan dorongan kepada konsumen untuk bisa sukses dalam hal-hal tertentu (memberikan motivasi, bimbingan, pelatihan, kosultasi, bantuan bagi konsumen yang membutuhkan). Penjual yangmencintai konsumennya tidak rela jika konsumennya terkecewakan, oleh karena itu mereka harus mengetahui kondisi kepuasan konsumennya setiap saat dan berusaha memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. - Menjadi penjual yang dipercaya
Penjual harus memiliki citra baik di mata konsumen agar mereka mencintai dan bangga dengan produk perusahaan. Penjual dituntut untuk berlaku jujur, tidak mengurangi takaran maupun timbangan, menginformasikan kelebihan dan kekurangan produk (tidak ada yang ditutup-tutupi), merupakan kesalahan yang besar jika seorang penjual berkata” Saya tidak bohong, tetapi saya juga tidak bicara yang sebenarnya.” Si penjual harus menyadari cepat atau lambat konsumen akan mengetahui keadaan yang sebenarnya. Jika ternyata apa yang dijanjikan penjual tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, maka konsumen akan kecewa dan menceritakan kekecewaannya kepada orang lain. Hal ini tentunya tidak diinginkan pihak penjual/perusahaan.